Mengolah Bangunan Tropis

Tinggal di Negara Tropis harusnya membuat kita semua sadar arti penting merancang bangunan yang sesuai iklim. Artinya, iklim setempat dapat diolah semaksimal mungkin sehingga bermanfaat bagi kehidupan kita. Salah satunya dengan menerapkan metode konstruksi yang alami dan bersahaja.

Image

Bangunan Di Iklim Tropis, Usahakan 60% Dibuat Ruang Terbuka Hijau

Berapa pun ukuran lahan anda, usahakan  60% total lahan diperuntukkan bagi ruang terbuka hijau. Buatlah taman atap atau green wall (bila taman horizontal tak memungkinkan). Penghijauan berlapis sebagai buffer akan meredam hawa panas jika menggunakan dinding kaca atau dinding solid. Upayakan merancang bangunan dengan taman yang mengelilingi bangunan.

Image

Apabila luas lahan mencukupi, Tanami pohon-pohon besar dan kombinasikan dengan tumbuhan tropis atau yang berkarakter rimbun. Beragam tumbuhan tropis yang kanopinya berfungsi sebagai stabilator kelandaian tanah, menyaring cahaya matahari dan menjadi paru-paru tambahan untuk memberikan oksigen bagi kesehatan paru-paru.

Bila menggunakan lantai semen, beton atau paving block, selingi dengan tanah berumput. Atau gunakan paving block yang bisa dimasukkan tanah dan rumput agar memudahkan penyerapan air hujan.

Image

Aplikasikan dinding semen acian atau dinding kamprot tanpa cat untuk meminimalkan biaya bahan pada fasad bangunan.

Rancang teras rumah dengan overstek lebar dengan kemiringan atap yang disesuaikan jatuhnya air hujan ke rumput atau penampungan air untuk meminimalkan tampias.

Untuk mengefektifkan biaya bahan dan konstruksi, rancanglah jendela dan pintu dalam ukuran dan model. Gunakan bahan kusen yang sama.

Lindungi pintu masuk ke dalam bangunan dengan kanopi lebar.

Jangan Lupa!

  1. Ciptakan keteraturan pada rancangan konstruksi bangunan. Dengan komposisi dan perhitungan yang cermat kita bisa mendapatkan ruang yang efektif.
  2. Gunakan material local berbiaya rendah yang mudah didapat serta finishing yang sederhana
  3. Tingkatkan mood ruangan dengan pencahayaan alami
  4. Setia pada keterbatasan ruang untuk meningkatkan kepekaan pada kebutuhaan lingkungan sekitarnya perlu diterapkan secara terus menerus
  5. Biarkan dinding-dinding polos tanpa tekstur tanpa tekstur atau ornament
  6. Hindari penggunaan dinding massif tanpa bukaan
  7. Buatlah jalur lintasan air hujan pada tepi bangunan dengan kemiringan yang memadai sehingga air mengalir lancar ke dalam tanah

Sumber:  Artikel Rumah, Majalah Femina, Mei 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: