Ketika Bocah Menghijaukan Sekolah

Bersahabat dengan alam.  Itulah yang diterapkan Playgroup (PG) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Al Ikhlas, Sawangan Depok.Suasana PG dan TK Al. Ikhlas memang berbeda dengan sekolah lainnya.

Selain dipenuhi oleh pot-pot tanaman, halaman disekitar sekolah pun dijadikan sebagai kebun dan green house untuk membudidayakan tanaman. Ada padi dan tanaman sayuran yang ditanam dalam pot, ada kebun jagung, kebun kangkung, terung dan masih banyak lagi.

Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari mata pelajaran wajib adalah out class. Disini salah satu materi yang diajarkan adalah berkebun sayur di ladang yang terletak di belakang dan depan sekolah.

Para murid TK A dan B diajak untuk memanen kangkung di ladang belakang sekolah. Tidak hanya itu, para murid juga diajak memanen terung. Pohon terung yang tumbuh rimbun dan lebat sempat membuat para murid kesulitan untuk mencari terung yang siap panen. Kegiatan dilanjutkan dengan menyemai benih kangkung di lahan yang sudah disiapkan. “Kebiasaan ini akan meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan motorik anak.

Berbeda dengan murid Tk, murid dari Play group, digiring untuk memanen bayam dalam pot yang ada di halaman depan sekolah. Lokasi ini lebih mudah dijangkau oleh anak-anak usia Play Group.  Para murid pun tampak menikmati pelajatan outing class dengan penuh keceriaan.

Image

Melalui  kegiatan menanam pohon, merawat dan menjaga, memanen, sekaligus menjualnya, diharapkan kecintaan para murid terhadap lingkungan tidak pernah pudar. “ Cara seperti ini pun lebih efektif untuk menambah pengetahuan siswa dan mengajarkan mereka untuk menyukai sayuran.” Dengan penuh semangat, para siswa menjual kangkung dan bayam hasil panen dengan mengelilingi komplek. Sayuran yang masih tersisa di ladang dipanen keesokkan harinya dan dijual acara market day, acara yang terselenggara berkat kerjasama para guru, orang tua dan murid yang tergabung dalam Al Ikhlas Junior Club (AJC).

Image

Pupuk Cair Tape Singkong

Selain mengembangkan bibit tanaman, AJC juga memproduksi pupuk cair dari hasil fermentasi tape singkong. Cara membuat pupuk cair ini sangat mudah. Pertama, ambilkan sedikit tape singkong, masukkan ke dalang sebuah botol plastik yang sudah terisi air, lalu lambahkan gula. Diamkan supaya terjadi proses fermentasi.

Ketika jumlah airnya bertambah, tuang kedalam botol kosong. Ampasnya diberi air lagi, sampai terfermentasi kembali. Jika jumlah airnya sudah bertambah tuang kembali. Begitu seterusnya. Tape dapat difermentasikan berulang-ulang hingga menghasilkan belasan botol pupuk cair. “ Karena berasal dari bahan yang organic, hasil panen pun akan menjadi lebih aman untuk dikonsumsi.

Sumber: Flona edisi Juni 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: