Bertanam Tomat Ceri

Tomat ceri menarik secara visual maupun fungsi. Secara visual, tandan buahnya yang panjang  dan warna buah bisa menjadi tanaman hias. Secara fungsi, tomat ceri bisa langsung dimakan tanpa harus membelah sebagaimana jika ukuran tomatnya besar. Selain itu rasanya memang lebih manis dibandingkan dengan tomat yang biasa ditanam untuk sayur.

Image

“Kami membuka wahana petik tomat. Jarang dilakukan di daerah Lembang, karena biasanya stroberi, “ kata Atmadi Saleh, ketua Yayasan Bina Tani Sejahtera. Pelanggan yang datang boleh mencicpi langsung beberapa buah. Memetik untuk dibawa pulang. Tentu saja ditimbang terlebih dahulu., Dengan membayar 1kg hasil petik seharga Rp.25.000,- . Rata-rata pengunjung penasaran melihat tomat ceri langsung. Warna merah dengan ukuran sebesar ibu jari orang dewasa. Jarang yang tahu, bila tomat ceri yang ditanam disini buahnya berbentuk tandan yang panjang.

Menurut Atmadi, ada beberapa varietas tomat ceri yang sudah ditanam. Sakura, Permata, Tantyana dan lain lain. Sementara yang baru dicoba Sunstream. Masin-masing varietas punya keunggulan dan syarat hidup. Khususnya soal ketinggian tempat.

Makanya jika anda membeli benih, pastikan sesuai dengan ketinggian lokasi dimana anda menanam. Tersedia benih untuk dataran rendah, menengah dan tinggi. Semua ini tertera di kemasan. Termasuk cara budidayanya.

Image

Sistem Hidroponik

Menanam Tomat Ceri tidak jauh berbeda dengan tomat biasa. Benih disemai dahulu, 2 minggu kemudian baru dipindahkan ke media tanam. Ada yang ditanam ditanah, ada yang menggunakan system hidroponik. Sistem hidroponik dipilih karena bisa mengontrol nutrisinya dan juga lebih bersih. Selain itu bisa mencegah hama dan penyakit yang kerap disebarkan melalui tanah.

Bila anda mencoba menanam di rumah, tidak harus menggunakan system ini. Hidroponik bisa dilakukan secara manual. Yakni menggunakan media sekam bakar dan kompos yang dimasukkan ke dalam polibag. Kemudian air disiram secara manual, pagi dan sore. Untuk pupuk diberikan seminggu sekali dengan pupuk daun yang disemprotkan atau pupuk cair yang disiramkan.

Setelah tanaman tumbuh, agar tanaman tetap tegak sebaiknya menggunakan ajir. Berupa tali atau bisa juga dengan kayu atau bamboo. Bentuk ajir tergantung kondisi, yang jelas bisa menjadi penopang untuk batang tomat yang panjang dan yang tidak tegak.

Batang tomat yang tegak bukan saja indah dilihat, tapi juga merupakan cara menghindari hama dan penyakit, khususnya buah. Bila kena tanah, buah gampang busuk. Sistem budidaya yang bersih dan benar merupakan cara mengurangi penggunaan pestisida. Termasuk benih yang dipilih. Sudah banyak varietas yang tahan hama dan penyakit utama tomat yakni layu fusarium, nematode, mozaik, tembakau dan lain lain.

Tomat mulai berbunga setelah umur 3 bulan setelah tanam. Bunga berwarna kuning muncul di ketiak daun. Satu tandan muncul bergantian hingga membentuk bakal buah yang lengkap dari pangkal tandan ke ujung. Setelah bunga gugur, buah muncul berwarna hijau, kuning kemudian menjadi warna. Kira-kira sebulan kemudian sudah bisa dipanen hasilnya.

Sumber: Majalah Flona, Flora Sayur, edisi Juni 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: