Bahan Bangunan Ramah Lingkungan

Yang dimaksud dengan bahan bangunan atau material ramah lingkungan adalah bahan yang proses produksinya tidak menambah rusak lingkungan, atau minimal menimbulkan dampak yang kecil bagi kerusakan lingkungan. Ada beberapa pendekatan yang kita pilih:

  1. Tidak mengkonsumsi material baru, dengan memanfaatkan bahan bangunan bekas, selain mengurangi sampah bangunan, tidak ada lagi proses produksi yang umumnya membawa dampak pencemaran lingkungan, mulai dari penambangan bahan mentah, pembakaran sampai pengangkutan ke berbagai daerah.
  2. Memilih produk yang ramah lingkungan, materialnya tahan lama, bahan bahan yang materialnya yang sumbernya dapat diperbaharui atau yang dihasilkan dari proses produksi yang hanya memakai sedikit energi.

Bahan Bangunan Yang Dapat Didaur Ulang

Dengan kemauan dan sedikit kreativitas, aneka bahan yang tampak tidak berguna tersebut dapt dimanfaatkan untuk berbagai keperluan di dalam rumah tangga.

  • Pecahan keramik penutup dinding dan lantai : pecahan keramik dapat dijumpai di area proyek pembangunan atau diperoleh dari buangan lantai yang memuai. Pecahan juga bisa didapat dari beberapa pabrik

    gambar. kreativitas dengan memanfaatkan keramik sisa

  • Tangga dari Material bekas: tiang listrik bekas yang sudah dibersihkan untuk balok tangga dilas dengan besi lembaran sebagai anak tangganya yang kemudian dicor dengan beton.
  • Plafon dari kayu bekas peti kemas atau kayu bekisting yang dapat dimanfaatkan sebagai pagar.

Bahan Bangunan Yang Berkualitas Dan Tahan Lama

Memilih bahan bangunan yang berkualitas memiliki usia pakai yang lebih panjang. Dan lebih awet sehingga tidak akan terjadi penggantian yang terlalu sering karena rusaknya bahan tersebut. Meskipun tidak selamanya bahan bangunan yang berkualitas baik harus ditebus dengan biaya yang tinggi. Dengan ketekunan dalam berburu bahan dan kreativitas pemilihan bahan, rumah dapat dibangun dengan bahan-bahan yang berkualitas tinggi dengan harga yang rendah.

Bahan Dari Sumber Yang Dapat Mudah Diperbaharui

Image

gambar. Rumah Dr.Ir.Heinz Frick di Semarang

Seringkali dengan pertimbangan tertentu, bahan bangunan yang yang digunakan dalam pembangunan rumah termasuk bahan bangunan langka karena bahan tersebut sulit diperbaharui. Conthnya, penggunaan kayu jati untuk bahan penutup lantai. Padahal kayu jati termasuk jenis pohon yang memerlukan waktu lama untuk tumbuh kembali. Meskipun kuat dan tahan lama, kita harus lebih mempertimbangkan lingkungan.

Penggunaan material bamboo sebagai alternative pengganti kayu, saat ini mulai banyak digunakan karena bamboo adalah bahan baku yang mudah dijumpai dan mudah tumbuh kembali. Dengan teknik pengawetan yang tepat, material bamboo dapat menjadi material yang punya daya tahan lebih lama.

Sumber: Serial RUMAH, Rumah Nyaman Ramah Lingkungan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: